Demi Menjaga Warisan Budaya: Abd Rahim Angkat Budaya Sundrang Suku Mandar Ke Jurnal Nasional
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
- Jumat, 14 Maret 2025
- Dilihat 98 Kali
Pamekasan, 13 Maret 2025 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali mencetak prestasi melalui keberhasilan salah satu mahasiswanya, Abd Rahim, yang berhasil menyelesaikan studi melalui jalur non-skripsi dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat asalnya. Putra dari Bapak Abda'u dan Ibu Ibnu Isa yang berasal dari Dusun Mandar, Masalembu, Sumenep ini membuktikan bahwa nilai-nilai budaya lokal memiliki relevansi penting dengan pendidikan Islam kontemporer.
Lahir di Sumenep pada 6 Oktober 2003, Abd Rahim tumbuh di tengah masyarakat Mandar di Pulau Masalembu, sebuah pulau terpencil di Kabupaten Sumenep yang memiliki keunikan budaya tersendiri. Keputusannya mengambil jalur non-skripsi tidak menyurutkan semangatnya untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. "Saya memilih non skripsi atas arahan dosen pembimbing dalam penyusunan proposal skripsi," ungkapnya saat diwawancarai.
Abd Rahim berhasil menyelesaikan penelitian berjudul "Budaya Sundrang Perspektif Suku Mandar Di Pulau Masalembu Dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Agama Islam" yang mengangkat tradisi unik masyarakat Mandar di pulau kelahirannya. Penelitian ini berhasil dipublikasikan di Jurnal Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, sebuah jurnal bereputasi yang berfokus pada kajian pemikiran dan kebudayaan Islam.
"Jangan berfikir untuk mengubah dunia tapi berfikirlah untuk mengubah diri sendiri" menjadi motto yang dipegang teguh oleh Abd Rahim. Filosofi ini tercermin dalam karya ilmiahnya yang tidak hanya mengangkat nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menganalisis relevansinya dengan ajaran Islam, sebagai upaya transformasi pemahaman masyarakat tentang hubungan antara budaya dan agama.
Penelitian Abd Rahim tentang budaya Sundrang menjadi sumbangan berharga bagi pelestarian dan dokumentasi kearifan lokal suku Mandar di Pulau Masalembu yang selama ini belum banyak terekspos ke publik. Budaya Sundrang, yang merupakan tradisi lokal masyarakat Mandar, dikaji secara mendalam untuk menemukan nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam, menjembatani dialog antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman.
"Keberhasilan Abd Rahim mengangkat budaya lokal Sundrang dari Pulau Masalembu ke kancah akademis nasional melalui publikasi jurnalnya merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini sejalan dengan visi Fakultas Tarbiyah untuk mendorong penghargaan terhadap kearifan lokal dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian semacam ini sangat penting untuk melestarikan identitas budaya dan memperkaya khazanah pendidikan Islam kontekstual. Meski berasal dari pulau terpencil, Abd Rahim telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah hambatan untuk berkontribusi pada dunia akademis. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan pendidikan Islam yang menghargai keberagaman budaya." Prof.Dr. Siswanto, M.Pd.I
Ketua Program Studi PAI "Kami di Prodi PAI sangat mengapresiasi upaya Abd Rahim dalam meneliti budaya Sundrang dari perspektif Islam. Penelitian semacam ini sangat relevan dengan pendekatan pendidikan Islam kontekstual yang kami kembangkan, di mana nilai-nilai keislaman tidak dilihat sebagai entitas yang terpisah dari budaya masyarakat. Keberhasilannya mempublikasikan penelitian di Jurnal Lisan Al-Hal menunjukkan kualitas akademik yang baik dan komitmennya dalam mengembangkan wacana pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Motto yang dipegangnya tentang mengubah diri sendiri sebelum mengubah dunia menggambarkan sikap reflektif yang esensial bagi seorang pendidik Muslim. Kami berharap penelitian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mengangkat kekayaan budaya lokal mereka dalam perspektif pendidikan Islam."
Abd Rahim membuktikan bahwa jalur non-skripsi dapat menghasilkan kontribusi akademik yang bernilai tinggi, terutama dalam upaya melestarikan dan mengkaji budaya lokal dari perspektif Islam. Keberhasilannya mengangkat budaya Sundrang dari Pulau Masalembu ke jurnal nasional diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk menggali dan mengkaji kekayaan budaya dari daerah asal mereka(AdminPAI)