Peraih Beasiswa Djava Scholarship: Khafidatul Kiftiyah Buktikan Kesuksesan Akademik Lulus Jalur Artikel Ilmiah
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
- Jumat, 21 Februari 2025
- Dilihat 91 Kali
Pamekasan, 20 Februari 2025 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menorehkan prestasi akademik melalui kelulusan salah satu mahasiswinya, Khafidatul Kiftiyah. Berhasil menyelesaikan studi melalui jalur non-skripsi, Khafidatul membuktikan bahwa inovasi dalam penelitian dapat menjadi jalan sukses yang sejajar dengan metode konvensional.
Putri dari pasangan Bapak Artawi dan Ibu Sumiati asal Gapura, Sumenep ini lahir pada 9 Juni 2003. Ia memilih jalur non-skripsi dengan motivasi yang kuat. "Saya memilih non-skripsi karena percaya ini akan membuka peluang bagi saya untuk belajar, berkembang, dan meraih berbagai pengalaman. Melalui artikel, saya berharap dapat memberikan manfaat edukatif dan wawasan yang lebih luas kepada khalayak," ungkapnya.
Dalam penelitiannya, dengan judul "Penerapan Metode Silat-Qu (Satu Hari Lima Ayat Al-Qur'an) Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Di PP Tahfidzul Qur'an Al-Mulk Jember". Dengan bimbingan Muliatul Maghfiroh, M.Pd.I., penelitian ini diuji oleh tim penguji kompeten yang terdiri dari Mad Sa’i, M.Pd.I. (Penguji 1), Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I. (Penguji 2), dan Prof. Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. (Penguji 3).
Kualitas akademiknya semakin diperkuat dengan publikasi hasil penelitian di Jurnal Pendidikan Islam: AL-ILMI, yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Luwuk. Pencapaian ini menandai kontribusi nyata Khafidatul dalam pengembangan metodologi pembelajaran tahfidz.
Di luar akademik, Khafidatul juga berhasil meraih Djava Scholarship, beasiswa bergengsi yang hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi dengan potensi kepemimpinan tinggi. Prestasi ini semakin mengukuhkan dedikasinya dalam dunia pendidikan Islam.
Mengusung motto hidup "Cinta sejati takkan bertahan tanpa kesetiaan seperti ziyadhah dan muroja'ah", Khafidatul menjadikan filosofi ini sebagai prinsip dalam perjalanannya menghafal Al-Qur’an. Ia meyakini bahwa menambah ilmu (ziyadhah) dan mengulang hafalan (muroja'ah) adalah kunci keberhasilan dalam memahami dan menginternalisasi ilmu agama.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian Khafidatul. "Kelulusan Khafidatul dengan penelitian inovatif tentang metode menghafal Al-Qur'an membuktikan bahwa jalur non-skripsi bukan sekadar pilihan alternatif, tetapi justru menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinovasi. Fakultas Tarbiyah senantiasa mendukung kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang aplikatif. Keberhasilan publikasi ilmiahnya juga menjadi bukti bahwa kualitas akademik mahasiswa jalur non-skripsi tetap unggul dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Islam," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PAI, Muliatul Maghfiroh, M.Pd.I., turut mengapresiasi pencapaian mahasiswinya. "Khafidatul telah menunjukkan bahwa jalur non-skripsi bisa menjadi ruang eksplorasi yang sangat bermanfaat. Metode SILAT-QU yang ia teliti memberikan solusi praktis bagi santri dalam menghafal Al-Qur’an. Dengan publikasi penelitiannya di jurnal bereputasi, Khafidatul membuktikan bahwa mahasiswa jalur non-skripsi tetap mampu berkontribusi dalam dunia akademik dan keilmuan Islam," jelasnya.
Keberhasilan Khafidatul Kiftiyah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil jalur akademik yang sesuai dengan minat dan potensinya. Pilihan jalur non-skripsi bukanlah jalan pintas, melainkan kesempatan untuk menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi perkembangan dunia pendidikan Islam. (AdminPAI)