Dosen PAI Gelar Pengabdian kepada Masyarakat dengan FKWUB Pamekasan
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
- Kamis, 29 Agustus 2024
- Dilihat 103 Kali
PAMEKASAN - Forum Kerukunan Wanita Umat Beragama (FKWUB) Kabupaten Pamekasan menyelenggarakan serangkaian kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan yang berpuncak pada workshop pemberdayaan pada Kamis (29/8/2024) di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Mad Sa'i ini mengangkat tema "Pemberdayaan Forum Kerukunan Wanita Umat Beragama dalam Membumikan Nilai-nilai Moderasi Beragama di Pamekasan."
Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini sebenarnya telah dimulai beberapa waktu sebelumnya melalui serangkaian tahapan yang terstruktur. Diawali dengan koordinasi intensif antara ketua tim PkM, Mad Sa'i, dengan pengurus FKWUB Pamekasan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan forum lintas iman tersebut.
"Kami melihat FKWUB memiliki peran strategis dalam membangun harmonisasi antarumat beragama di Pamekasan. Karenanya, penguatan kapasitas anggota forum ini menjadi sangat penting untuk membumikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat," ungkap Mad Sa'i saat membuka kegiatan.
Setelah koordinasi awal, tim PkM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. FGD ini bertujuan untuk memetakan tantangan dan peluang dalam memperkuat peran FKWUB sebagai wadah dialog antarumat beragama di Pamekasan.
Workshop yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan dihadiri oleh perwakilan berbagai komunitas agama, termasuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kehadiran lintas agama ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kerukunan dan toleransi di Pamekasan.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PkM menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun harmoni sosial. "Perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama, mulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat luas. FKWUB menjadi wadah strategis untuk mengoptimalkan peran tersebut," ujarnya.
Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber kompeten yang membawakan materi-materi kunci, seperti:
1. Konsep dan Implementasi Moderasi Beragama
2. Strategi Penguatan Kelembagaan FKWUB
3. Pengembangan Program Kerja FKWUB yang Inklusif
Para peserta workshop terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi dan simulasi penanganan kasus. Mereka juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun dialog antarumat beragama di tingkat akar rumput.
"Workshop ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana membangun kerukunan antarumat beragama. Kami mendapatkan banyak wawasan dan keterampilan praktis yang bisa diterapkan di lapangan," ujar salah satu peserta dari komunitas Kristiani.
Ketua FKWUB Pamekasan mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. "Kegiatan ini memberikan bekal yang sangat berharga bagi kami para pengurus FKWUB. Kami berharap bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memperkuat peran FKWUB dalam membangun harmoni sosial di Pamekasan," tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, tim PkM berencana melakukan pendampingan berkelanjutan kepada FKWUB Pamekasan. Pendampingan ini akan fokus pada implementasi program-program yang telah dirumuskan selama workshop.
Mad Sa'i menjelaskan bahwa kegiatan follow-up akan dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program. "Kami akan terus mendampingi FKWUB dalam mengimplementasikan hasil workshop ini. Target kami adalah terwujudnya FKWUB yang kuat secara kelembagaan dan efektif dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator dialog antarumat beragama," jelasnya.
Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pengurus FKUB, tokoh agama, dan masyarakat sipil. Dukungan ini menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya memperkuat peran FKWUB dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan harmonis di Pamekasan.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk penguatan FKWUB ke depan, antara lain:
1. Perlunya peningkatan kapasitas pengurus FKWUB secara berkelanjutan
2. Pentingnya membangun sistem dokumentasi dan monitoring program yang efektif
3. Urgensi pengembangan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan
4. Kebutuhan akan pendanaan yang berkelanjutan untuk mendukung program-program FKWUB
"Kami berharap rekomendasi-rekomendasi ini bisa menjadi panduan bagi FKWUB dalam mengembangkan programnya ke depan. Yang terpenting adalah bagaimana membuat forum ini semakin efektif dalam membangun dialog dan kerukunan antarumat beragama di Pamekasan," tutup Mad Sa'i.
Keberhasilan kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan FKWUB Pamekasan. Dengan kapasitas yang meningkat, diharapkan FKWUB dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator dialog antarumat beragama dan agen pembumian nilai-nilai moderasi beragama di Pamekasan.
Melalui serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari koordinasi awal, FGD, workshop, hingga rencana tindak lanjut, program pemberdayaan ini telah memberikan fondasi yang kuat bagi FKWUB untuk berkembang menjadi lembaga yang lebih profesional dan efektif dalam membangun harmoni sosial di Pamekasan.