Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pai@iainmadura.ac.id

Gelar PLK Mata Kuliah Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama: Mahasiswa PAI Belajar dari Situs Kearifan Lokal Joko Tarub dan Vihara Avalokitesvara

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
  • Sabtu, 6 Desember 2025
  • Dilihat 46 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 6 Desember 2025 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Madura melaksanakan kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) di Vihara Avalokitesvara, Polagan, Galis, sebagai bagian dari mata kuliah Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama yang diampu oleh Bunda Muliatul Maghfiroh, M.Pd.I. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural. Kegiatan ke Makam Joko Tarub di mulai sekitar jm 07:30-09:30. Disana mahasiswa melaksanakan tahlilan bersama kemudian mendapatkan pencerahan terkait sejarah Joko Tarub di Kabupaten Pamekasan dari pihak kuncen/juru kunci di Makam Joko Tarub. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui serta menghargai sejarah nenek moyang tokoh-tokoh Madura, perjuangan dalam menyebarkan Islam di tanah Madura. Kemudian  kegiatan selanjutnya sekitar pukul 10.00 pagi menuju Vihara Avalokitesvara. Mahasiswa disambut hangat oleh pengurus vihara dan langsung diajak mengenal sejarah, struktur bangunan, serta makna simbol-simbol Buddhis yang ada di dalam vihara. Vihara Avalokitesvara merupakan salah satu rumah ibadah umat Buddha tertua di Pamekasan dan telah menjadi ikon kerukunan antar umat beragama sejak tahun 1959–1962. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa menyaksikan langsung bagaimana hubungan sosial antara umat Budha dan warga Muslim sekitar berjalan secara alami dan harmonis. Beberapa warga Muslim terlihat membantu membersihkan halaman vihara, mengobrol santai dengan pengurus vihara, dan terlibat dalam kegiatan lingkungan. Interaksi ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi di wilayah tersebut telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Bunda Muliatul Maghfiroh, M.Pd.I menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari pembelajaran aktif. “Kami ingin mahasiswa merasakan langsung bahwa moderasi beragama bukan hanya konsep di kelas. Di sini mereka bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana masyarakat membangun hubungan rukun meskipun berbeda keyakinan,” ungkapnya. Selain observasi, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertanya mengenai sejarah komunitas Buddhis di Pamekasan, hubungan mereka dengan masyarakat lokal, serta tantangan yang pernah dihadapi. Pengurus vihara menyampaikan bahwa keharmonisan yang terjalin selama ini tidak lepas dari komunikasi yang baik serta saling menghargai ruang ibadah masing-masing.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan menyampaikan kesan positifnya. “Saya baru benar-benar paham makna toleransi setelah melihat langsung bagaimana warga di sini hidup berdampingan. Tidak ada rasa canggung, tidak ada saling curiga—semuanya mengalir alami,” ujarnya. Kegiatan PLK ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami konsep pendidikan multikultural dan moderasi beragama secara nyata. Hasil observasi lapangan akan dijadikan bahan penyusunan jurnal reflektif dan esai analitis sebagai bagian dari penilaian mata kuliah.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman lebih luas tentang praktik moderasi beragama serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sosial dan profesional mereka di masa mendatang. (AdminPAI)