BERANI MELANGKAH: ANA PUTRI ISNAINI BUKTIKAN JALUR NON SKRIPSI BISA BERBUAH PRESTASI
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
- Selasa, 18 Maret 2025
- Dilihat 99 Kali
Pamekasan, 17 Maret 2025 - Ana Putri Isnaini (21), mahasiswi asal Kowel, Pamekasan, membuktikan bahwa berani keluar dari zona nyaman adalah kunci untuk pertumbuhan pribadi dan profesional. Putri dari pasangan Bapak Darus Syafari dan Ibu Raodatus Syarifah ini memilih jalur non skripsi sebagai langkah eksploratif dalam dunia kepenulisan, didampingi oleh dosen pembimbingnya, Ibu Kutsiyah, M.Pd.I.
"Seseorang tidak mungkin pure tidak bisa melakukan suatu hal, hanya saja takut keluar dari zona nyaman," ujar Ana Putri Isnaini saat ditemui di kampusnya. Motto hidup ini yang mendorongnya untuk mengambil keputusan berbeda dari kebanyakan mahasiswa lainnya.
Ana, yang lahir di Pamekasan pada 2 April 2003, mengungkapkan bahwa keputusannya memilih jalur non skripsi bukan sekadar untuk menghindari penelitian konvensional, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperoleh pengalaman baru dalam dunia kepenulisan. "Saya ingin mengeksplorasi berbagai bentuk kepenulisan yang mungkin tidak saya dapatkan jika hanya fokus pada skripsi. Jalur non skripsi memberikan fleksibilitas dan ruang kreatif yang lebih luas," jelasnya.
Komitmen Ana pada dunia kepenulisan terbukti dengan keberhasilannya mempublikasikan artikel ilmiah berjudul Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan di Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun memilih jalur non skripsi, Ana tetap mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan diakui oleh institusi pendidikan lain.
"Publikasi jurnal ini merupakan salah satu bentuk eksplorasi kepenulisan yang saya maksud. Saya ingin membuktikan bahwa jalur non-konvensional juga dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan," tambah Ana dengan penuh keyakinan.
Dosen pembimbingnya, Ibu Kutsiyah, M.Pd.I., mengapresiasi keberanian Ana dalam mengambil jalur berbeda. "Ana menunjukkan sikap yang jarang ditemui pada mahasiswa seusianya. Keberaniannya keluar dari zona nyaman patut diacungi jempol dan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Publikasi artikelnya di jurnal bereputasi semakin membuktikan bahwa jalur non skripsi yang ia pilih justru membuka lebih banyak peluang," ungkapnya.
Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, memberikan dukungan penuh terhadap pilihan Ana. "Kami di Fakultas Tarbiyah sangat mengapresiasi mahasiswa yang mengambil tugas akhir non skripsi. Jalur non skripsi yang dipilih oleh Ana Putri merupakan bentuk inovasi akademik yang kami dukung sepenuhnya. Publikasi artikelnya di jurnal UIN Sultan Syarif Kasim Riau menunjukkan bahwa pendekatan alternatif dalam penyelesaian studi juga dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan," ungkapnya saat diwawancarai.
Senada dengan Dekan, Kaprodi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura juga menyambut baik langkah Ana. "Apa yang dilakukan Ana adalah contoh nyata dari implementasi kurikulum yang berpusat pada mahasiswa. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi unik mereka, dan keputusan Ana memilih jalur non skripsi telah terbukti berhasil dengan dipublikasikannya artikel tentang self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Ini juga menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus mengembangkan berbagai jalur penyelesaian studi yang dapat mengakomodasi keragaman minat mahasiswa," jelasnya.
Melalui jalur non skripsi, Ana berencana untuk terus menghasilkan karya tulis yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan dan menjadi portofolio berharga untuk karirnya di masa depan.
Kisah Ana Putri Isnaini mengingatkan kita bahwa pendidikan tinggi tidak melulu tentang mengikuti jalur konvensional. Terkadang, memilih jalan yang berbeda dan berani keluar dari zona nyaman justru dapat membuka pintu peluang dan pengalaman yang lebih berharga, sebagaimana dibuktikan melalui publikasi jurnal ilmiahnya.(AdminPAI)